Selamat HUT Kemerdekaan Dari Tanah Karo

Merah_putih
Tepat pukul 9.00 Wib pagi tadi
(Selasa 14 Agustus 2007)  saya sudah
sampai di Kabanjahe dengan menaiki Bus PO. Sinabung Jaya dari Medan. Turun diterminal Kota Kabanjahe saya
kembali harus naik Mini Bus Angkutan Kota untuk menuju tujuan saya semula yaitu
simpang empat Kabanjahe.

 

Ada pemandangan yang sangat unik ketika
melewati beberapa sekolah, dan salah satunya adalah Sekolah Dasar (SD) yang
tepat sekali berada didepan kantor DPRD Kabupaten Karo, dimana diluar pagar
sekolah terlihat beberapa orang berkerumunan memandangi ke dalam areal sekolah.

 

Sekejap mata saya juga langsung
tertuju kesana, untuk hendak melihat ada apa gerangan yang ada dikompleks
sekolah tersebut, dan sekejap lalu saya melihat begitu semangatnya anak-anak
sekolah yang ada disana untuk latihan baris berbaris, dan saya prediksikan
mereka melakukan latihan untuk mempersiapkan acara hari 17-an yang sebentar lagi
akan tiba.

 

Karena angkutan kota yang saya
naiki jalannya cukup kencang, maka saya hanya bisa menyaksikan pemandangan
tersebut selintas padang saja, namun didalam hati saya terus berkata-kata
sendiri tentang anak-anak yang ada disana begitu bersemangatnya untuk membuat
suatu perayaan menyambut hari kemerdekaan yang pada tahun ini adalah HUT yang
ke 62 Tahun

 

Mengingat generasi Muda orang
karo yang sedang berlatih dengan penuh semangat tersebut dan notebene masih duduk dibangku
sekolah dasar saja begitu antusias
menyambut HUT kemerdekaan, maka saya membayangkan bahwa orang-orang karo yang
hidup dimasa memperjuangkan kemerdekaan pastilah memiliki semangat yang mungkin
lebih, dari yang diperlihatkan oleh generasi muda saat ini.

 

Bukti-bukti dari gigihnya
perjuangan dan semangat orang karo untuk memperebutkan kemerdekaan negeri ini pada
masa yang lalu dapat kita buktikan yaitu dengan surat yang dikirimkan oleh Proklamator
Republik Indonesia Bung Hatta, dimana didalam surat tersebut Bung Hatta
menyebutkan bahwa semua rakyat karo adalah pejuang, dan bukti yang lainnya
adalah  sampai saat ini di negara kita
Republik Indonesia hanya memiliki dua tempat persemayaman para pahlawan yang dijuluki
dengan “MAKAM PAHLAWAN”, dimana salah satu diantaranya berada di Kota Kabanjahe
ibukota Kabupaten Karo.

 

Selain dari pernyataan Bung Hatta
beserta julukan MAKAM PAHLAWAN di Kabanjahe, juga dapat kita temukan begitu
banyaknya monumen-monumen (tugu) perjuangan yang kini berdiri kokoh diberbagai
penjuru kabupaten karo, seperti misalnya Tugu Bambu Runcing di Kabanjahe, Tugu
Halilintar yang terletak diantara kota Kabanjahe dan Tigabinanga, Tugu
Perjuangan Di Berastagi, dan masih banyak tugu-tugu yang lain dan berdiri kokoh di berbagai pelosok daerah Tanah Karo Simalem.

 

Dengan membayangkan kesemuanya
tentang keberadaan Tanah Karo seputar Memperjuangkan Kemerdekaan Republik ini,
maka didalam hati saya juga sempat bertanya  “kenapa ya cuma Kota Surabaya saja yang dijuluki sebagai Kota
Pahlawan dengan keberadaan MAKAM PAHLAWAN disana, justru di Kabanjahe sendiri
memiliki MAKAM PAHLAWAN tapi tidak dijuluki sama halnya dengan Kota Surabaya?”

 

Saya tidak mampu menjawab
pertanyaan itu, hanya pikiran-pikiran yang tidak menentu yang berada didalam
otak saya saat itu, dan akhirnya saya telah sampai di tujuan semula, yaitu
simpang empat Kabanjahe dan kemudian turun dari angkot dan langsung bertemu
dengan seseorang yang memang harus saya jumpai disana. SALAM MERDEKA…..!

 

Leave a Reply