Masih Banyak Orang Buta Huruf di Kampungku

Desa Kuta
Nangka yang berada di Kecamatan Taneh Pinem, Kabupaten Dairi Sumatera
Utara, memiliki jumlah penduduk kurang lebih sekitar 120 KK.
 
Dengan
kondisi prasarana jalan yang masih belum memadai untuk sampai saat ini,
fasilitas pendidikan juga salah satu hal yang tidak kalah
memprihatinkan. Sampai saat ini (62 Tahun Indonesia Merdeka) di Desa Kuta
Nangka sama sekali belum pernah dibangun gedung sekolah , dan untuk
mendapatkan pendidikan yang juga masih tergolong sangat minim dalam
segi fasilitas dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di kota,
maka anak-anak sekolah harus berjalan kaki sekitar 2, 5 KM jauhnya ke
Desa tetangga yaitu Desa Kempawa.

 

Perjalanan
yang cukup melelahkan bagi anak-anak yang baru memasuki usia sekolah,
dan hal ini memungkinkan anak-anak yang baru saja memasuki kelas 1
malas bersekolah mengingat perjalanan 2, 5 KM ke Arah desa Kempawa
harus dilakukan pulang pergi setiap harinya.

 

Mungkin karena faktor inilah maka tidak mengherankan, banyak diantara anak-anak umur sekolah di desa Kuta
Nangka, masih belum mampu untuk membaca dan menulis, bahkan beberapa
diantara masyarakat yang sudah berumah tangga juga masih banyak yang
tidak dapat melakukan kegiatan baca dan tulis.

 

Diperkirakan
sekitar 30 anak-anak usia sekolah dasar belum dapat membaca dan menulis
dengan lancar, dan sekitar 25 orang anak memang tidak mampu sama sekali
untuk membaca dan menulis, dan untuk usia dewasa diperkirakan masih ada
sekitar 25 orang yang tidak mampu membaca dan menulis.

 

Dari
perhitungan tersebut, maka dapat disimpulkan masih besar persentase
masyarakat yang tidak dapat membaca dan menulis dengan baik, juga
persentase masyarakat yang sama sekali memang tidak dapat membaca dan
menulis, mengingat desa ini hanya dihuni oleh sekitar 120 KK saja.

 

 

Dari
data-data yang dapat kita peroleh dari media massa misalnya, bahwa saat
ini peringkat pendidikan di Indonesia berada pada posisi 114 dunia dan
jauh tertinggal dari Negara tetangga seperti halnya Negara Singapura
dan Malaysia. Bercermin ke desa Kuta
Nangka yang letaknya tidak begitu jauh dari keramaian Kota Besar,
dengan keberadaannya pendidikannya yang masih memprihatinkan, maka bila
menelisik lebih jauh ke daerah pedalaman Negeri ini, maka mungkin akan
kita temukan, data-data seputar pendidikan yang mungkin makin rendah,
dan persentase orang-orang buta huruf disana akan kita dapati semakin
besar, dan oleh karena hal tersebut diatas tidak berlebihan jika
pendidikan di Negeri ini berada pada posisi 114 dunia.

 

 

Tentu ini adalah PR bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia,
khususnya Pemerintah agar sesegera mungkin mengentaskan masalah
pendidikan di Negeri ini, mengingat Negeri kita saat ini akan menuju 62
Tahun Hari Ulang Tahun Kemerdekaan, namun dilain sisi yaitu, segi
pendidikan masih kalah jauh dibandingkan dengan Negara lain yang
notebene masih lebih muda dari Negeri kita.

Leave a Reply