Selamat Hari Jadi Kota Medan Ke-417 Tahun

Sejarah Singkat Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi
 

Gurupatimpus
Guru Pa Timpus dilahirkan di Aji
Jahe salah satu kampung di Taneh Karo Simalem yang sejuk, dingin, nyaman dengan
angin pegunungannya. Ia menikah di Batu Karang dengan beru Bangun, mendirikan
kampung di Perbaji dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Bagelit. Guru Pa
Timpus bertubuh kekar, tinggi, gagah, dan berjiwa patriotik seperti seorang
panglima. Ia juga seorang Guru, yang dalam bahasa Karo berarti seorang ahli
dalam berbagai ilmu pengetahuan, ilmu obat-obatan, ilmu gaib, dan memiliki
kesaktian, namun Ia-nya berjiwa penuh kemanusiaan lemah lembut dalam bertutur
kata, mempunyai karakteristik yang simpatik, berwibawa, berjiwa besar dan
pemberani.

 

Dengan menuruni lembah-lembah
yang penuh mistis, hutan semak belukar dan binatang buas, ia mendaki
lembah-lembah yang terjal dan curam, dengan menelusuri aliran Lau Petani menuju
ke satu bandar di hilir sungai Deli untuk suatu tujuan yaitu mencoba ilmu
kesaktiannya dan belajar pada Datuk Kota Bangun seorang Guru dan Ulama besar
yang terkenal pada masa itu.

 

Setelah beberapa lama bermukim ia
kawin dengan seorang putri dari pulau Brayan keturunan anak panglima Deli,
bermarga Tarigan dan sekitar tahun 1590 M, ia membuka dan mendirikan kampung
dipertemuan dua buah sungai Deli dan Babura yang dinamainya dengan ‘Medan’,
dari perkawinannya ini lahirlah salah seorang putra yang diberinya nama Hafis
Muda, dari sinilah silsilah keturunan Datuk Wajir Urung 12 Kuta (Datuk Hamparan
Perak), keturunan terakhir dari Generasi ke-XV adalah Datuk Adil Freddy
Haberham, SE sebagai salah seorang Datuk 4 suku dikesultanan Deli.

 

Guru Pa Timpus telah menjadi
milik Masyarakat Kota Medan. Ia berjiwa Nasionalis dibuktikan dengan tidak
dicantumkannya Marga Sembiring Pelawi pada Dirinya dan Anak Cucu Keturunannya.

 

Pemko Medan telah memberikan
penghargaan terhadap Guru Pa Timpus, yaitu dengan ditetapkannya Hari Jadi Kota
Medan pada tanggal 1 Juli 1590 dan kemudian memberikan nama kepada salah satu
jalan di petisah dengan nama jalan Guru Pa Timpus.

 

Apa yang telah dilakukan Guru Pa
Timpus adalah merupakan salah satu sejarah bangsa Indonesia yang tak ternilai
harganya, corak dan peninggalan sejarahnya telah memberikan warna khas kepada
kebudayaan bangsa, serta hasil pembangunan yang mengandung nilai perjuangan,
kepeloporan yang merupakan kebanggaan nasional ini, perlu terus digali dan
dilestarikan, dipelihara, serta dibina untuk memupuk semangat perjuangan dan
cinta tanah air. Perencanaan Pembangunan disemua tingkatan haruslah
diperhatikan pelestariannya, apalagi pelestarian bangunan benda yang mengandung
nilai sejarah bertitik tolak dari keagungan Jiwa Guru Pa Timpus.

Sumber: Proposal Pembangunan Monumen Guru Patimpus

Leave a Reply