Sedikit Opini Tentang Nasib TKI

PrtjpgKita tentu sudah sering mendengar melalui pemberitaan media massa mengenai keberadaan nasib para Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dengan berbagai persoalan yang mereka hadapi di Luar Negeri, baik itu berbentuk Gaji yang tidak dibayar, penganiayaan, pelecehan seksual, bahkan beberapa diantaranya ada yang meninggal dunia.

Ceriati salah satu TKI asal Indonesia yang mencoba menguji nasib di negeri Jiran akhir-akhir ini banyak disorot oleh media massa karena telah berhasil meloloskan diri dengan sebuah upaya yang cukup berbahaya dari rumah sang majikan tempatnya bekerja.

Upaya Ceriati untuk meloloskan diri tentunya bukan tanpa alasan. Ceriati disiksa dan disekap didalam sebuah apartemen, bahkan gajinya beberapa bulan terakhir ternyata belum juga dibayar oleh sang majikan.

Nasib Ceriati merupakan segelintir dari cerita miris perjalanan hidup seorang TKI di Luar Negeri yang dapat di sorot oleh media massa, dan mungkin masih banyak para TKI lain yang mengalami nasib yang sama, bahkan mungkin lebih buruk dari yang dialami oleh Ceriati sendiri.

Kita sebagai warga Negara Indonesia tentunya sangat prihatin dengan kejadian ini. Salah satu contoh konkrit yang dapat kita lihat, bahwa banyak warga Negara yang prihatin yaitu dengan banyaknya opini-opini masyarakat yang bertujuan untuk menyuarakat pendapatnya demi perbaikan yang riil terhadap masalah TKI yang cenderung berlarut-larut tanpa ada suatu solusi yang konkrit dari pihak-pihak yang berkompeten dengan masalah ini.

Kalau kita menelisik lebih jauh tentang keberadaan Negara kita yang kaya akan sumber daya alam baik sumber daya alam yang dapat diperbaharui, juga sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui, tentu kita akan bertanya “mengapa sampai saat sekarang ini 62 (enam puluh dua ) tahun Indonesia merdeka, rakyat negeri kita masih harus pergi bekerja keluar Negeri dan disana menyandang gelar sebagai Budak?”

“Mengapa tidak ada usaha pemerintah untuk mengolah sumber daya alam yang melimpah ruah tersebut dengan sebaik baiknya demi diperuntukkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat?”

Memang banyak orang yang berkata bahwa sumber daya manusia kita tidak mempunyai kuwalitas, sehingga sumber daya alam yang melimpah belum dapat di kelola secara maksimal oleh putra/putri Negara sendiri.

Namun sampai hal ini harus dipertahankan? Apakah pendidikan sudah dibenahi pada saat sekarang ini? “Kacau” itulah salah satu pernyataan yang bisa kita sebutkan dengan keberadaan negeri yang semakin “antah berantah” ini.

Bersatu dan mari duduk bersama itulah solusi dari saya untuk semua rakyat Indonesia. Sing-singkan lengan baju, jauhkan kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan anda, dan mari sama-sama kita memikirkan akan kemana hendaknya kita buat jalan yang akan ditempuh oleh Negara kita ini kedepannya?

Tentu semua jawabannya ada di benak kita masing-masing, dan bila anda mau berbuat sesuatu dengan apa yang ada di benak anda tersebut, maka tidak ada lagi waktu hanya untuk bicara, namun harus dibarengi dengan kerja-kerja yang nyata.

Negeri Indonesia Maju, Rakyat Makmur Dan Sejahtera Untuk Selama-lamanya. AMIN!

Leave a Reply