I Don’t Want To Talk About It

Lagu I Don’t Want To Talk About Itdari
group band Rod Steward, terdengar begitu sangat merdu pada malam ini,
di tambah semakin dinginnya suasana, serta sunyi senyap dan sepi akibat
kota yang saya tempati sedang di guyur oleh hujan yang semakin lama
semakin mengucur dengan derasanya membasahi bumi.

      

 
Tepat
hati saya juga berkata sama persis dengan judul ini, dimana dia
menjerit dan memberontak, untuk tidak mengungkapkan apa-apa tentang
segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya. Seseorang gadis yang
mungkin sedang tertidur lelap di bumbui dengan mimpi-mimpi yang indah,
tanpa sedikitpun terbesit dimimpinya akan diriku yang pada malam ini
telah dirasuki seluruh bayang-bayang kelam dirinya yang beberapa bulan
terakhir selalu menghantui lamunanku dikala aku terduduk seorang diri,
sama persis seperti yang aku alami malam ini.

      

 
Di
satu sisi hatiku berkata tidak mau berbicara tentang dirinya, namun
semakin kuat hati memberontak, seiring itu juga ingatan akan sosok
dirinya semakin nyata di dalam benakku, tanpa bisa terbendung, setetes
demi setetes air mata, mulai membasahi keyboard komputer dihadapanku,
sekaligus sebagai alat yang membantu saya untuk menuliskan kata-kata
ini huruf demi huruf.

      

 
Aku
pernah dengar ocehan orang-orang, dan kadang kala kata-kata tersebut
kujadikan menjadi pedoman, dimana mereka berkata kepada saya “Seorang  Lelaki tidak Boleh Menangis, Apalagi Jika Menangis Untuk Seorang Perempuan” .
Namun untuk malam ini, saya seakan tidak punya malu lagi, dan air mata
terus menetes dengan derasnya, sederas hujan yang saat bersamaan telah
turun dengan derasanya diluar sana .

      

 
Memang
tidak ada seorangpun yang melihat akan apa yang saya lakukan malam ini,
namun saya tidak bisa membohongi diri sendiri, bahwa saya betul-betul
menangis sekeras-kerasnya untuk melampiaskan kesedihan yang membuat
dada saya semakin sesak.

      

 
Lagu berganti dari winamp pemutar  MP3 di komputer saya, dan saat ini lagu yang sedang berbunyi adalah lagu yang  berjudul I Love You More Than You`ll  Never Know ,
dan seiring dengan kehadiran lagu ini, meskipun tidak sesuai lagi
dengan apa yang saya pikirkan, namun sedikit demi sedikit saya kembali
tersadar dari lamunan saya tentang dirinya.

      

 
Saya
mencoba kembali berfikir dengan jernih, bahwa dia yang sebenarnya tidak
pernah saya temui, dan dia yang tidak pernah mengungkapkan cinta kepada
saya, namun mengapa saya selalu teringat akan dia?

      

 
Dan
satuhal yang ingin aku Tanya kepadanya, yang sudah menghilang dari
hadapannku beberapa hari terakhir untuk memenuhi ambisinya sebagai
seorang manusia yang tidak pernah sempurna adalah “Akankah engkau juga
teringat kepada saya, seperti saya teringat akan dirimu pada malam ini?”

Leave a Reply