Archive for May, 2007

Temanku yang Jail

Thursday, May 24th, 2007

Aku punya seorang teman yang sifatnya sangat jail banget, namun meski dia itu orangnya jail tapi ku tetap senang bisa berteman sama dia untuk sampai hari ini.

Salah satu yang membuat saya bertambah senang adalah, ketika kita berdua bisa saling berbagi ketika sedang dalam kesusahan, dan salah satunya adalah tentang kesusuhan keuangan.

Ketika dia yang punya duit, maka giliran saya yang akan meminjam kepada dia, namun dikala sebaliknya, dia pulalah yang meminjam duit kepada saya.

Untuk melihat siapa sebenarnya sesungguhnya teman yang saya maksut tersebut adalah, seseorang dengan nickname broetals yang sering memberikan komentar di blogs saya ini.

Berikut ini saya ingin memperlihatkan bentuk wajah dari teman yang saya maksut, dan sekalian akan share kepada pembaca sekalian alamat friendsternya, agar siapa saya yang ingin berkenalan lebih dekat dapat dilakukan melalui jalur friendster teman saya.

Brutals2_1

Kalau anda berminat berteman dengan dia silahkan kunjungi link berikut: BROETALS

Pertandingan

Wednesday, May 23rd, 2007

Didalam sebuah pertandingan, baik
yang dilakukan oleh seorang individu dengan individu yang lain, mapun antar
sekelompok individu dengan sekelompok individu, justru mempunyai maksut untuk
mencari individu atau kelompok yang mana yang lebih baik dari individu atau
kelompok yang lainnya.

Pada dini hari kemarin kita sudah
menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola yang dimainkan oleh 2 kesebelasan
raksasa yaitu Liverpool yang berasal dari Liga Inggris, dan AC Milan yang
berasal dari Liga Italia.

Pada pertandingan yang saya
sebutkan diatas tadi, permainan di menangkan oleh klub AC Milan,
dan yang kalah adalah klub Liverpool.

Jika kita cermati
dari pertandingan ini, maka justru ada pihak yang menang dimana sudah barang
tentu pihak tersebut terpuaskan keinginannya, dan bagi pihak yang kalah akan
merasa kecewa dan keinginan untuk menang sirnalah sudah.

Begitu juga dengan kehidupan kita
sehari-hari, dimana didalam melaksanakan kehidupan keseharian kita,
Pertandingan juga tidak pernah luput dan senantiasa mengincar perjalanan kita.

Pertandingan untuk memperebutkan
menjadi Presiden, Gubernur, Bupati, dan Kepala Desa, juga didalam hal yang lain
pertandingan ini juga senantiasa kita saksikan seperti, memenangkan
pertandingan untuk memperebutkan menjadi mahasiswa baru disalah satu Kampus
Faforit misalnya, dan masih banyak pertandingan-pertandingan yang senantiasa
kita geluti didalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Tapi yang pasti kita sebagai
manusia yang tidak akan pernah luput dari pertandingan, selayaknya harus
memahami bahwa pertandingan tersebut, merupakan sesuatu hal yang tidak bisa
kita lepaskan, dan yang hanya bisa kita lakukan adalah berupaya untuk
memenangkan pertandingan, dan walaupun pertandingan tidak dapat kita menangkan,
ketika kita telah berusaha semaksimal mungkin, maka disini kita harus
pandai-pandai mengontrol diri, sehingga kekalahan didalam pertandingan dapat
kita terima dengan lapang dada, dan kekalahan tersebut tentunya kita jadikan
sebagai acuan untuk dapat memenangkan pertandingan dilain kesempatan.

Akhir kata saya mau mengucapkan
kepada teman-teman yang sudah menyempatkan waktunya membaca artikel ini adalah,
Selamat & Semoga Sukses Didalam Menjalani Pertandingan-Pertandingan yang
akan Anda Geluti Selanjutnya.

Engkau Sahabatku

Wednesday, May 23rd, 2007

Mungkin engkau marah padaku
Ketika kudatang menggagu
Disaat kamu tidak memiliki banyak waktu
Untuk bercanda gurau bersamaku

Mungkin kamu lagi senang
Ketika aku datang menyapa
Disaat kamu punya waktu senggang
Dan selagi kamu tidak bekerja

Namun satu yang sudah pasti
Segala sesuatu tidak ku masukkan kedalam hati
Meskipun sedikit hati ini nyeri
Menerima perbuatan kamu yang sedikit kelihatan keji

Engkau tetap sahabatku
Sahabat sejatiku
Engkau penghiburku
Ku akan selalu setia kepadamu

Jam Setengah Sembilan

Tuesday, May 22nd, 2007

Ketika di tempat saya tinggal
sedikit terjadi keributan (maklum saya hanyalah sebagai anak kost-kostan), mata
yang sudah sedari tadi tertidur dengan pulasnya, bangun seketika dan kemudian
seakan sulit untuk dipejamkan kembali.

 

Kejadiannya adalah pada pukul
3.00 Wib dini hari kemaren. Karena mata saya benar-benar tidak bisa terpejam
lagi, maka saya putuskan untuk membuat kegiatan yaitu telpon-telpon teman.

 

Saya sempat teringat kepada salah
seorang teman, yang kebutalan kami kenalanya lewat chat via MIRC. Nomor demi
nomor yang pencet dan waktunya untuk menunggu kata “hallo” dari seberang sana.

Apa yang saya tunggu telah tiba saatnya, suara merdu seorang wanita menyapa
saya dengan sangat ramahnya.

 

Kata demi kata, kami ucapakan,
dan kini sampailah kepada pembicaraan mengenai perjumpaan untuk besok pagi. Dan
kami sepakat untuk bertemu pada pagi hari nya pada pukul setengah sembilan.

 

Saya menutup telp dan mencoba
untuk menyalakan tv karena saya sendiri memang sudah tidak beniat lagi untuk
tidur kembali.

 

Apa yang sedang saya pikirkan
ketika lagi menonton tv adalah, pertemuan besok (pagi-pagi pukul 8.30 Wib).

 

Waktu memang sulit diajak
kompromi, dan waktu senantiasa berjalan, tanpa menunggu siapa-siapa, dan hari
yang gelap, sedikit demi sedikit, kini berubah menjadi terang , dan saya
sendiri pun mencoba untuk berkemas agar dapat datang tepat waktu ke suatu
tempat yang sudah kami janjikan sebelumnya dengan wanita kenalan saya.

 

Waktu berangkatpun tiba, dan saya
langsung bergegas pergi meninggalkan kost saya, menuju tempat pertemuan, yang
jaraknya juga tidak begitu jauh dari tempat saya ngekost.

 

Setelah sampai di tempat
pertemuan, saya sedikit menggerutu, karena orang yang mau saya jumpai belum
datang juga, meski waktu disaat itu telah menunjukkan pukul 9.00 Wib. Karena
sudah agak lama menunggu saya mencoba menelpon dia, tanpa ba..bi..bu di
telelepon saya langsung menanyakan tentang pertemuan hari ini.

 

Tapi sunggu geli saya
mendengarnya, ketika dia menjawab pertemuan yang dia maksut ketika saya
menelpon sebelumnya adalah pada pukul (setengah sembilan malam) dan bukan untuk
pagi ini.

 

Geram campur kecewa langsung
berkecamuk didalam hati saya, dan telepon pun saya tutup dengan perasaan yang
kecewa berat. Tapi setelah saya pikir-pikir kembali, dan saya sada juga,
ternyata saya sendiri yang salah, sebab tidak menanyakan waktu yang jelas
antara jam (setengah sembilan pagi, atau jam setengah sembilan malam).

 

Huuuuuh Dasar……

 

Matahariku

Tuesday, May 22nd, 2007

Apa daya ketika kamu tidak ada
Yang ada hanya gelap gulita
Tak sanggup aku membayangkanya
Ketika matahari berlalu dari kita

 
Ku menyambut kedatanganmu
Dikala Pagi hari yang cerah telah tiba
Hangat dan bahagia hidupku
Melihat matahari kembali
bercahaya

 
Siang hari aku sedikit berkeluh
Ketika sengatan cahayamu begitu
terasa
Tapi aku hanya mencoba berteduh
Sekalian meminum air untuk melepas
dahaga

 
Sore hari waktunya berpisah
Dengan matahari yang aku puja
Kini ku hanya berserah
Semoga besok kita kembali
berjumpa

Selamat Beraktivitas Kembali

Sunday, May 20th, 2007

Tidak terasa waktu liburan yang beberapa hari terakhir sudah kita lewati, dan kini saat nya kembali lagi untuk beraktivitas seperti biasa, baik untuk belajar di sekolah buat para siswa, belajar di kampus buat para mahasiswa, dan bekerja di kantor/instalasi bagi para pegawai.

Memang kadang terasa ada perasaan malas untuk beraktivitas pada awal-awal minggu seperti ini, dan justru akan semakin malas lagi, ketika berketepatan ada hari libur khusus pada hari jumat yang lalu.

Kemalasan untuk beraktivitas akan semakin menjadi-jadi, ketika terbayang akan indahnya aktivitas berlibur, khususnya bagi yang melakukan kegiatan rekreasi bersama keluarga, sahabat, maupun someone yang tercinta.

Namun yang pasti, kita harus menjalani hari-hari yang baru ini dengan Pekerjaan yang sudah menanti, meski terasa sedikit agak membosankan tapi hal ini sudah wajib kita laksanakan, sehingga perasaan bosan yang mungkin mau meledak-ledak di dalam hati kita, sebaiknya kita singkirkan saja jauh-jauh, dan nikmatilah pekerjaan anda, sebab walau bagaimanapun juga hari telah berlalu dan saatnya untuk memupuk semangat baru dan beraktivitas sebaik-baiknya agar apa yang anda harapkan dari hasil Aktivitas itu dapat diraih dengan semaksimal mungkin.

Dan saya mau mengucapkan kepada kita semua, Selamat Beraktivitas kembali dengan penuh semangat yang baru…….. :)

Hari Kebangkitan Nasional

Sunday, May 20th, 2007

Budi utomo berserta teman-teman
telah berhasil mendirikan suatu wadah yang dinamakan dengan Budi Utomo Pada 20
Mei 1908, dan organisasi ini merupakan organisasi modern pertama di Indonesia,
juga merupakan perwujutan dari sebuah kesatuan dan persatuan bangsa kita negara
Indonesia Tercinta.

Dengan dibentuknya Organisasi
Budi Otomo pada tgl 20 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai hari kebangkitan
Nasional bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai Generasi Muda Indonesia
yang cinta terhadap Tanah Air, sudah sepantasnya kita mensyukuri apa yang telah
dilakukan para pendahulu kita untuk
menyatukan visi dan misi menjadi negara Indonesia menjadi sebuah negara yang
merdeka, bersatu dari sabang sampai merauke, dan visi dan misi yang mereka
satukan, sampai saat sekarang ini juga, telah menggoreskan sejarah di seluruh
belahan bumi, bahwa Indonesia Mampu Menjadi Negara Satu Tanah Air, Satu Bahasa, Satu Bangsa Yaitu
Indonesia.

Untuk Mensyukuri semua anugrah
yang telah di wariskan kepada kita, maka mari kita isi kemerdekaan ini dengan
mencurahkan pemikiran, tenaga, dan seluruh aspek yang dapat kita sumbangkan,
agar negara kita menjadi Negara yang Maju, adil dan makmur, dan disegani dalam
tatanan dunia Internasional.

Pahlawan

Berbagai upaya telah engkau
lakukan
Demi kami dan generasi yang akan
dating
Harta, tenaga, bahkan jiwa dan
raga engkau korbankan
Engkaulah yang namanya Pejuang

Terimakasih kami ucapkan
Atas jasa dan semua pengorbananmu
Kemerdekaan tidak akan kami
sia-siakan
Dengan cara bekerja keras dan menuntut ilmu

Selamat & Sukses Hari
Kebangkitan Nasional Ke-99

Kampungku

Saturday, May 19th, 2007

Terisolir sangat jauh dari kehidupan kota adalah suatu kondisi yang saya alami ketika menghabiskan waktu masa kanak-kanak di desa kutanangka, taneh pinem, kabupaten dairi.

Jangankan penerangan listrik, pengangkutan untuk mengangkut hasil pertanian ke tiga lingga atau ke kutabuluh pada saat itu masih menggunakan tenaga kerbau.

Hanya jalan tikus sebagai akses mesyarakat bila hendak akan keluar dari kampung menuju kampung lain maupun bila hendak ke kota.

Tidak lucu apabila anak-anak yang se usia dengan saya pada saat itu tidak pernah menonton TV, juga tidak pernah naik mobil, karena bagaimana pernah nonton tv atau naik mobil, jika melihatnya saja tidak pernah.

Kebersamaan penduduk kampung pada saat itu untuk bergotong royong membangun jalan dikerjakan secara bahu membahu, sehingga kampung kami sudah dapat diakses oleh sarana transportasi jeep wilis.

keinginan masyarakat untuk lebih meningkatkan mutu jalan kampung terjawab dengan adanya rasa kebersamaan tahap kedua, untuk menyumbangkan sedikit dari hasil pencaharian mereka, demi menyumbang boldozer sebagai alat pembuat jalan yang lebih cepat dan juga semakin efesien, serta kualitasnya lebih baik dari yang dibuat oleh tangan manusia.

Kondisi jalan yang semakin baik, memungkinkan mobil yang kualitasnya juga semakin baik dari jeep wilis yang sebelumnya sudah bisa mengakses jalan kampung kami, hasilnya pengangkutan dengan menggunakan tenaga hewan juga sudah mulai ditinggalkan bila hendak mengangkut barang ke tiga lingga maupun ke kutabuluh.

Kerja sama masyrakat kampung pada saat itu, memang sungguh dapat diacung jempol, bahkan bukan hanya membangun jalan, namun pada saat mau menanam tanaman diladang serta proses pembersihan ladang dan perawatan tanaman, sampai pada tahap panen masyarakat selalu saling membantu antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, dimana masyarakat sudah dapat menikmati alat transportasi yang sudah cukup lumayan memadai, serta penerangan listrik dari PLN, justru sangat disayangkan, karena pada saat kini sifat kegotong royongan yang dulu begitu terlihat sangat solit antar warga masyrakat, lama kelamaan sudah memudar, dan cenderung memang tidak terlihat lagi.

Sedih juga sebenarnya hati melihat kenyataan ini……

Penghayal

Friday, May 18th, 2007

Terbang tinggi diatas awan
Menyelam di dasar samudara
Lapar sudah tiada makanan
Tubuh dililit seakan dalam penjara

 
Berharap cerah secerah mentari
Ketika tiada hujan di pagi hari
Banyak berharap tiada mencari
Hanya Kosong melompong yang didapati

 
Tanjung katung tempat berekreasi
Terbesit di benak ke Kuta bali
Terbayang yang indah namanya onani
Ketika kita tidak berbuat sama sekali

 

 

Kisah Anak Kost bagian I

Friday, May 18th, 2007

Beberapa pemuda dengan status sebagai mahasiswa
di kota
Harapan dan memilih tinggal satu kost, dimana para pemuda
tersebut berasal dari desa yang sama, dan notebene masih mempunyai status
kekerabatan yang sungguh masih sangat dekat sekali

 

Karena rumah kost yang mereka
tempati dalam kondisi yang luas, sehingga memungkinkan banyak orang diluar dari
kelompok pemuda tadi yang juga turut tinggal disana.

 

Ketika salah seorang anak kost
baru yang bernama  Aldo menempati salah
satu kamar di kostan tersebut, dengan ramahnya Aldo juga mencoba mulai
melakukan pendekatan dan bergaul dengan anak kost yang lama.

 

Beberapa bulan berlalu Aldo  yang kebetulan merasa sangat cocok berteman
baik dengan anak kost lama yang bernama Farid. Karena sudah begitu akrab dan
kompak, mereka berdua seakan tiada bisa dipisah, dan kelihatan juga pada setiap
malam mereka selalu menyempatkan waktu untuk berdiskusi bersama meskipun hanya
sebatas diskusi masalah pendidikan, dan tak jarang juga berdiskusi mengenai
bagaimana cara mendapatkan gadis pujaan, karena mereka berdua juga kebetulan
adalah jombloan sejati.

 

Farid dan beberapa anak kost yang
lain yang kebetulan kebanyakan adalah anak satu kampungnya kelihatan semakin
menjauh dari mereka, dikarenakan kekompakan yang begitu erat antara dia dengan
Aldo, namun meskipun demikian adanya namun sesekali, masih terlihat melakukan
intraksi tegur sapa yang cenderung diartikan hanya sebatas ‘say hello’ saja.

 

Pada suatu malam dimana kegiatan
diskusi yang senantiasa dilakukan telah tiba, dan saat itu topik yang mereka
bicarakan adalah mengenai karakter dan sifat masing-masing. Pada saat diskusi
tersebut, bergabung juga salah seorang anak kost yang satu kampung dengan
Farid. Tanto begitulah anak-anak satu kost memanggil nama seorang pemuda yang
berbadan tegak, dan berkulit hitam pekat itu.

 

Pada diskusi ini yang pertama
sekali di kritisi karakter dan sifatnya adalah si Aldo oleh Farid dan Tanto,
dimana kalau menurut mereka berdua, bahwa sifat Aldo cenderung stress dan tidak
punya gairah untuk hidup. Kebanyakan ilusi dan memikirkan hal-hal yang terlalu
tinggi mengakibatkan Aldo kelihatan seperti orang yang putus semangat,
begitulah kira-kira tanggapan Farid dan Tanto terhadap Aldo.

 

Setelah sifat dan karakter Farid
yang menjadi bahan kritisan, maka Aldo berpendapat bahwa Farid cenderung tidak
mempunyai aura yang baik, dan Aldo dengan lantak menyebut sifat Fafrid yang
sehari-hari terlihat seperti sifat para pembantu. Meskipun tanggapan Tanto
tidak begitu membenarkan tanggapan Aldo, namun karena Aldo adalah kawan
dekatnya Farid, membuat Farid lebih mempercayai pernyataan Aldo dari pada
pernyataan Tanto.

 

Dan untuk Tanto, dinyatakan
sebagai seseorang yang akan bakal menjadi pembesar ataupun seorang pengusaha
yang sukses, ini dilihat dari kebiasaan-kebiasaanya sehari-hari yang senantiasa
dapat mencari duit sampingan, meski hanya dapat dipergunakan untuk membeli
sebungkus rokok, namun yang pasti punya kelebihan khusus, dari Aldo dan Farid
yang hanya mampu mengharapkan duit dari kiriman orang tua.

 

****

 

Waktu berjalan perlahan namun
pasti, sehingga tidak dirasa beberapa hari telah berlalu dari malam diskusi
tentang sifat dan karakter antara Aldo, Farid, dan Tanto. Namun meskpun waktu
sudah berlalu, tetapi bagi si Farid masih terlihat jelas ketidak tengan jiwanya
oleh pernyataan sahabatnya si Aldo, mungkin karena Farid juga merasakan bahwa
kesehari-harianya di kost merupakan suruhan seisi rumah kost, untuk membeli
rokok, makana, dan sebagainya kewarung, menambah gusar hati Farid akan
pernyataan si Aldo.

 

Siang yang cerah ketika Farid
sedang duduk santai di sebuah café, Farid pun menceritakan akan kegusaran
hatinya, akan pernyataan si Aldo.

 

“saya rasa pernyataan kamu ada
benarnya Do, dan ketika kamu mengutarakan tentang sifat dan karakter saya, saya
melihat ketidak senangan di muka Tanto” Ujar Farid terhadap sahabatnya Aldo.

 

“Wah itu Cuma perasaan kamu saja
bung, lagian diskusi kita malam kemaren itu, hanya untuk memotivasi kita agar
berbuat lebih baik, dihari hari yang akan datang, dan tentunya hari ini” Ujar
Aldo menimpali pernyataan Farid.

 

“Salah!!! Tanto adalah salah satu
yang sering memposisikan saya sebagai pembantu di kost kita” Ujar Farid

 

“Maksut kamu? Memposisikan sebagai
pembantu bagaimana tuh?’ Ujar Aldo Penuh Tanya.

 

“Iya saya kan sering disuruh suruh pergi ke warung untuk beli sesuatu hal oleh si Tanto itu’
Ujar Farid.

 

“Truss… apa mau kamu lakukan”
ujar Aldo.

 

“kalau nanti aku di pojokkan
sebagai pembantu lagi oleh Tanto, saya akan membalasnya dengan cara-cara saya
sendiri, bahkan bisa-bisa dengan cara kekerasan” kata Farid sambi mengepal
kedua tinjunya.

 

“Wah kamu kok berbicara yang
tidak-tidak bro?, lagian kalau kamu sempat melakukan cara-cara kekerasan
terhadap Tanto, nanti saya juga yang bakalan kena getahnya, abiz kita ini kan
baru akrab, dan masalah juga berawal ketika saya mempresepsikan kamu sebagai pembantu,
jangan-jangan ntar teman-teman menggap saya menjadi biang permasalahan ini”
dengan serius Aldo mencoba meyakinkan Farid.

 

“Itu memang sudah menjadi
keputusan di dalam hati saya, dan keputusan itu tidak bisa dirubah kembali”
ujar Farid dengan ketus.

 

“Oke…! Tapi asal kamu tahu ajah
dah ketika kamu bentrok dengan Tanto, maka saya memutuskan berpisah sama kamu, dan
biarlah persahabatan kita kita sudahi saja, sebab saya justru akan tidak merasa
enak lagi dengan teman-teman dan termasuk Tanto sendiri” Kata Aldo.

 

“hehehehehhe, saya hanya bercanda
friend, dan memancing kamu aja kok, lagian saya tidak berniat untuk bentrok
dengan Tanto” ujar Farid sambil mimik mengejek ke arah Aldo.

 

Karena waktu menjelang magrib,
antara Aldo dan Farid menyudahi perbincangan mereka di café yang terletak tidak
jauh dari tempat kost mereka.

 

****

 

Hari Berganti Malam, dan Malam
Berganti hari, tidak terasa malam juga datang dikala matahari sudah tenggelam
di bagian sebelah barat  bumi. Malam pun
tiba, dan pada malam hari ini, beberapa anak kost yang sedang asik berkumpul di
dalam kamar kost nya Aldo sambil becanda gurau sambil mendengarkan alunan lagu
nan syahdu dari Personal Computer Pentium III nya Aldo.

 

Diatas sofa tempat tidur Aldo,
Farid dan Tanto duduk bersampingan, dan Tanto pun mulai melakukan ulah isengnya
ke arah Farid. Tanto menarik-narik tangan si Farid dan mengajak Farid untuk
menemaninya pergi ke warung untuk makan malam.

 

Karena ajakan Tanto tidak
ditanggapi oleh Farid, maka semakin kuat Tanto menarik-narik tangan Farid, dan
Secara refleks bogeman mentah  Farid
melayang ke arah kepala Tanto.

 

Tanto seketika terkejut, dan
begitu juga anak kost yang lain, yang sedari tadi asik mendengar lagu. Dan
karena bogeman Farid begitu kuat ke arah Tanto, membuat anak-anak kost
cenderung menyalahkan Farid dan menuduh Farid adalah seseorang yang tidak bisa
diajak bercanda, dan tempramature.

 

Karena Farid begitu dipojokkan di
kost oleh anak-anak yang lainnya, Farid tanpa ba-bi-bu langsung meninggalkan
ruangan kamar Aldo, dan pergi entah kemana. Aldo yang sedari awal juga tidak
menghendaki kejadian ini terjadi melongo diam dan membisu, entah apa yang
dipirkannya. Dan ketika suasana kembali tenang seperti semula, Aldo permisi
kepada teman-teman untuk mencari Farid yang sedari tadi pergi meninggalkan mereka.